Mempuyai
pemahaman mendalam terhadap diri sendiri merupakan langkah awal untuk memahami
orang orang disekitar kita. Paham terhadap diri sendiri berarti paham akan
pemikiran diri, sifat diri, potensi diri, mengakui kelemahan, dan berusha
mengembangkan potensi diri. Salah satu hal terberat dalam memahami diri sendiri
adalah mengakui kelemahan. Mengakui kelemahan tidak membuat kita menjadi
sesorang yang tidak kompeten dan lemah, mengakui kelemahan merukan salah satu
cara untuk berdamai dengan diri sendiri, untuk lebih menerima dan menyayangi
diri sendiri dan maju kedepan. Belajar untuk lebih menghargai diri sendiri,
terlepas dari kesalahan-kesalahan yang kita lakukan, hal yang harus kita
lakukan adalah mempuyai pemahaman dan mindset terhadap diri bahwa “Everthing
doesn’t have to be perfect, you made mistakes and its okay”. Kamu adalah kamu,
terlepas dari kesalahan-kesalahan yang kamu lakukan, seharusnya ‘dosa-dosa’
tersebut tidak mengurangi ‘value’ dalam dirimu. Ketidaksempurnaanmu merupakan
salah satu hal yang membentukmu, menjadikan diri kamu yang sekarang, menerima
kelemahan dan terus berproses adalah kunci untuk berdamai dengan diri sendiri
yang dapat dapat menjadi semacam bahan bakar dan batu tumpuan untuk tetap maju
kedepan. Kita harus sadar bahwa apa- apa yang terjadi kedepannya tidak selalu
berjalan sesuai yang kita harapkan dan rencanakan, akan ada saat dimana
kegagalan-kegagalan akan terjadi, akan ada saatnya tiba-tiba hal yang paling
kamu takutkan untuk terjadi akan terjadi, terkadang kesalahan ada pada diri
kita tapi ada juga beberapa hal yang terjadi diluar kontrol kita, jadi don’t be
so hard on yourself, jangan terlalu menyalahkan diri apabila terjadi kegagalan
ataupun hal-hal yang tidak kita inginkan, menerima sesuatu seperti ini
merupakan salah satu cara untuk berdamai dengan diri, satu langkah lagi untuk
memahami diri lebih baik. Tetap ingat untuk menyayangi dan peduli akan diri
sendiri, menghargai diri sendiri lebih baik dari sebelumnya. Memahami dan
menghargai diri sendiri adalah langkah pertama yang harus kamu lakukan sebelum
kamu berusaha untuk memahami dan menghargai orang lain, for once put yourself
above other, bukan untuk menjadi egois tapi untuk menjadi seseorang yang lebih
baik, lebih mencintai diri sendiri karena pada akhirnya ini perjalanmu dan kamu
harus berdiri pada kakimu sendiri untuk
bertahan dan berkembang dalam meraih ambisi, mimpi dan cita-citamu.
Mungkin
kita tidak sadar, sudah terlalu banyak waktu yang dihabiskan untuk luar diri
kita. Keadaan yang ada di luar diri, seperti terlalu memerhatikan kepentingan
orang lain, pencapaian orang lain, atau tampilan diri di mata orang lain. Misalnya,
melihat teman kita yang telah mendapatkan pekerjaan lebih dulu atau sudah
melanjutkan kuliah lagi. Lalu membandingkan dengan diri yang belum bisa
melakukan keduanya. Melihat orang lain yang tampil begitu menarik dan disukai
banyak orang, sementara melihat diri sebagai pribadi yang membosankan dan tidak
ada yang mendengar. Ketika terlalu berfokus pada luar diri, kita lupa untuk
melihat lebih dalam diri kita sendiri. Apa kelebihan yang kita punya, apa yang
sebenarnya dibutuhkan, dan apa yang sebenarnya kita inginkan. Kita tidak perlu
mengacu pada pencapaian orang lain atau pandangan orang lain terhadap diri
kita, tetapi coba berbicara dengan diri sendiri untuk lebih mengetahui pribadi
kita secara utuh. Saat kita sudah mengenali pribadi secara utuh, kita mampu
membangun tameng untuk menghadapi apapun yang ada di luar diri. Kita tidak akan
mudah termakan oleh penilaian maupun pencapaian orang lain karena kita telah
tahu apa yang terbaik untuk diri kita sendiri.
Komentar
Posting Komentar